Home Daerah MBG Banyak di Soroti Masyarakat, Ini Kata Gerry Wahyu Rianto

MBG Banyak di Soroti Masyarakat, Ini Kata Gerry Wahyu Rianto

45
0
SHARE
MBG Banyak di Soroti Masyarakat, Ini Kata Gerry Wahyu Rianto

DEPOK, TIPIKOR87NEWS.COM – Anggota DPRD Kota Depok, Gerry Wahyu Riyanto, menggelar kegiatan sosialisasi tentang tugas dan wewenang Komisi A.

Kegiatan yang di adakan di Perumahan Pesona Laguna 1, RT 01/RW 20, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos tersebut juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, Gerry menegaskan bahwa meskipun beberapa persoalan yang disampaikan warga bukan berada di lingkup Komisi A, ia tetap berupaya turun langsung membantu mencari solusi.

“Walaupun bukan komisi saya, saya akan tetap turun. Misalnya masalah sampah. Saya sudah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah kota, namun memang sampai saat ini belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan pembuangan sampah,” ujarnya, Jumat (13/03/2026)

“Bagi masyarakat, tidak peduli komisi apa. Yang mereka tahu adalah anggota dewan, sehingga saya merasa tetap perlu turun langsung,” imbuhnya

Selain persoalan sampah, ia juga menyoroti masalah Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang berkaitan dengan kelompok masyarakat dalam kategori desil 1 hingga 5. Meski bukan menjadi kewenangan komisinya, Gerry menyebut persoalan tersebut tetap menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan masyarakat.

“Saya ingin masyarakat juga ikut terlibat dalam proses ini, supaya tidak ada lagi saling menyalahkan dengan RT atau RW,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gerry juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perbincangan di masyarakat.
Menurutnya, program tersebut memiliki dampak positif, salah satunya membuka peluang kerja.

“Program MBG itu sebenarnya sangat baik. Dengan adanya SPPG, banyak masyarakat yang bisa bekerja di sana. Kadang masyarakat tidak melihat sampai ke situ,” ucapnya 

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi jangan langsung mengatakan program ini buruk. Jika ada masalah, itu bisa saja karena pelaksanaannya di lapangan, bukan programnya. Kita juga jangan menjadi kalangan yang mudah menyebarkan penilaian negatif,” tandasnya (TP)